Cirebon, 26 Agustus 2026. Mengusung tema “Digital Transformation, Islamic Law, and Global Society: Advancing Justice, Humanity, and Sustainable Civilization”, konferensi ini menjadi ruang strategis bagi akademisi, peneliti, praktisi, serta pemerhati hukum dan syariah untuk mendiskusikan tantangan sekaligus peluang transformasi digital dalam kehidupan masyarakat global.
Gelaran ICCoLaSS 2026 diikuti oleh 107 peserta secara offline dan 40 peserta secara online. Sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam negeri turut hadir dan berkolaborasi, di antaranya UIN Walisongo Semarang, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Salatiga, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Sunan Kudus, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, serta UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai tuan rumah.
Tidak hanya menghadirkan akademisi dari dalam negeri, konferensi internasional ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari luar negeri. Di antaranya Prof. Adam Possamai, Associate Dean Global Partnerships and Advancement pada Faculty of Social Sciences, Arts, Business and Law (SABEL), Western Sydney University, Australia.
Hadir pula Dr. Cecep Soleh Kurniawan, Ketua Program Siswazah Fakulti Syariah, Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Brunei Darussalam, serta Prof. Madya Dr. Hadenan bin Tawpek dari Akademi Pengajian Islam Kontemporari dan Pengurusan Halal, Universiti Teknologi MARA, Cawangan Sarawak, Malaysia.
Sementara itu, sesi panel discussion menghadirkan Associate Prof. Dr. Mohd Saiful Anwar bin Mohd Nawawi, Lecturer Islamic Astronomy Programme, Department Fiqh-Usul & Applied Sciences, Academy of Islamic Studies, Universiti Malaya, Malaysia.
Selain menghadirkan akademisi dari luar negeri, ICCoLaSS 2026 juga diperkuat oleh akademisi dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, salah satunya Prof. Dr. H. Adang Djumhur S., M.Ag., Lecturer in Islamic Family Law, Postgraduate Program, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kehadiran Prof. Adang turut memperkaya perspektif akademik dalam pembahasan hukum keluarga Islam, khususnya dalam melihat dinamika hukum Islam di tengah perkembangan masyarakat dan transformasi digital.
Dengan tambahan tersebut, komposisi narasumber konferensi menjadi lebih kuat, karena mempertemukan perspektif hukum Islam, hukum keluarga, transformasi digital, masyarakat global, serta isu keadilan dan kemanusiaan dalam satu forum internasional.